Bukit KH. Hali

Bukit KH. Hali

K.H. Hali meupakan sosok panutan bagi Masyarakat desa kolpo kec. Batang-batang, Sumenep. Beliau dipecaya memiliki kemampuan khusus sebagai wali Allah. Salah satu contohnya adalah beliau menanam pohon kelapa yang memiliki tujuh cabang yang sempuna dan sama setiap sisinya. Pohon kelapa tesebut memiliki ukuran lebih besar dibandingkan pohon kelapa pada umumnya. Pohon kelapa tesebut betahan selama seatus tahun lebih. Sebelum beliau meninggal, beliau bepesan agar dimakamkan di salah satu bukit yang teletak di dusun nangger, desa kolpo. Kecamatan batang-batang sumenep. Setelah beliau meninggal, masyarakat menemukan lubang pemakaman diatas atas bukit tesebut. Diduga lubang tesebut sudah dipesiapkan oleh K.H. Hali sendiri semasa hidupnya. Disamping lubang tersebut juga ditemukan sebuah makam. Namun, tidak diketahui makam milik siapa. Sampai saat ini makam K.H Hali banyak dikunjungi oleh masyarakat desa Kolpo khususnya ketika hari Raya untuk meminta wasilah dari wali Allah tesebut.
Pandai Besi di Desa Kolpo

Pandai Besi di Desa Kolpo

Setiap desa tentu mempunyai identitas yang unik serta berbeda dengan desa lainnya yang menjadikan desa dikenal namanya. Identitas tersebut dapat berupa hasil alam yang dihasilkan, budaya, maupun produk yang dihasilkan dari desa tersebut.
Untuk desa Kolpo sendiri, terkenal dengan pandai besinya yang sudah terkenal bahkan sampai keluar pulau. Didesa Kolpo sendiri terdapat puluhan pandai besi. Produk  yang dihasilkan berupa sabit yang selain digunakan untuk memotong, juga digunakan untuk hiasan.
Salah satu dari pengrajin besi itu adalah K.H. Masduri Beliau sudah menjalankan usahanya sejak 1987 Pesanan berasal dari berbagai tempat di Madura, bahkan sudah merambah ke Jawa, Sumatra dan Kalimantan. Dalam sekali pengiriman, yaitu setiap minggunya penghasilan yang didapat dapat mencapai 12 juta rupiah
Kelompok Tani di Desa Kolpo

Kelompok Tani di Desa Kolpo

Terkadang jika mendengar kata “desa”, selalu identik dengan yang namanya pertanian. Indonesia yang mempunyai sebutan negara agraris, hampir diseluruh desa pasti ada lahan pertanian yang digunakan petani untuk bercocok tanam. Para petani dalam menjalankan aktifitasnya, ada yang mendiri dan ada yang berada dibawah naungan sebuah kelompok tani.
Definisi kelompok tani berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor : 273/Kpts/OT.160/4/2007, adalah kumpulan petani/peternak/pekebun yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, sumberdaya) dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota. Dengan adanya kelompok tani diharapkan petani dapat mengembangkan usahanya, memperluas pemasaran hasil, memperoleh informasi pertanian dan informasi mengenai inovasi teknologi secara berkelanjutan, bertukar pengalaman dan fikiran antar sesama anggota, dan memecahkan masalah yang dihadapi anggota bersama-sama.
Di desa Kolpo sendiri ada 11 kelompok tani dari 6 dusun yang ada di desa Kolpo, salah satu contoh kelompok tani di dusun kayu kembang adalah kelmpok tani Suka Maju. Anggota kelompok tani ini berjumlah sekitar 50 anggota. Kelompok tani ini secara rutin mengadakan pertemuan mingguan pada hari senin malam. Untuk tempat pertemuan dilaksanakan secara bergiliran dirumah para anggota. Dalam setiap pertemuan, yang dibahas antara lain bantuan pupuk, simpanan pupuk dan hal lainnya seputar pertanian.

Legenda Desa Kolpo

peta desa kolpo batang-batang sumrnep


Setiap Desa atau daerah pasti memiliki sejarah dan latar belakang tersendiri yang merupakan pencerminan dari karakter dan pencirian khas tertentu dari suatu daerah. Sejarah desa atau daerah sering kali tertuang dalam dongeng- dongeng yang diwariskan secara turun temurun dari mulut ke mulut sehingga sulit untuk dibuktikan secara fakta. Tidak jarang dongeng tersebut dihubungkan dengan mitos tempat-tempat tertentu yang dianggap keramat . Dalam hal ini di Desa Kolpo juga memiliki hal tersebut yang merupakan identitas dari Desa ini yang akan kami tuangkan dalam kisah-kisah dibawah ini.
Desa Kolpo merupakan salah satu dari 16 desa yang ada di Kecamatan Batang-Batang Kabupaten Sumenep. Konon pada zaman dahulu desa Kolpo ini di ambil dari kata “Pokol”, yang berarti memukul. Dari situlah pada zaman-zaman sebelumnya yang kerap kali di daerah ini terjadi pertumpahan darah, dan sering terjadi perkelahian antara satu sama lain, antara tetangga dengan tetangga. Bahkan antara keluarga sendiri dengan kerabat. Hal ini lah yang menjadi kelaziman dalam aktifitas sehari harinya. Hingga lebih dikenal di 16 desa ini khususnya di daerah ini, adalah orang yang bertengkar dan tukang pukul yang lebih dikenal dalam istilah bahasa Maduranya TOKANG POKOL.
                Dari sinilah nenek moyang memberi nama desa ini dengan sedikit merubah kalimat/ ucapan tersebut dengan membalik menjadi KOLPO. Dan hingga saat ini menjadi suatu nama yang menjadi kebanggan di daerah/ desa ini.

Sekilas Tentang Desa Kolpo

Desa Kolpo terletak di kecamatan Batang-Batang kabupaten Sumenep, dengan lokasi GPS : (6.935567, 113.979521). Desa Kolpo memiliki 4309 (2017, sumber : data desa) yang tersebar di 6 dusun, antara lain Nangger, Kalompang, Dangdang Biring, kayu Kembang, Tri Tinggi, dan Undaun. Desa Kolpo berbatasan dengan desa Jaruan Laok pada bagian utara, pada bagian selatan berbatasan dengan desa Tamidung, kemudian sebelah timur berbatasan dengan desa Batang-Batang Daya, dan pada bagian barat berbatasan dengan desa Tengedan. Mata pencaharian utama dari masyarakatnya adalah petani.
peta desa kolpo batang-batang sumenep
Peta Desa Kolpo

Desa Kolpo memiliki 1 pasar tradisional yang terletak disebelah barat desa, tepatnya di dusun Nangger. Untuk fasilitas pendidikan, di desa Kolpo terdapat 2 sekolah setingkat SD, 2 sekolah setingkat SMP, dan 1 sekolah setingkat SMA. Salah satunya adalah Yayasan Ta’limus Shibyan yang mempunyai MI dan MTs. Yayasan Ta’limus Shibyan terletak di dusun Tri Tinggi.


balai desa kolpo batang-batang sumenep

balai desa kolpo batang-batang sumenep

balai desa kolpo batang-batang sumenep